Tampilkan postingan dengan label Tragis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tragis. Tampilkan semua postingan

13 Apr 2011

Catatan Medis Paling Menarik Selama Tiga Dasawarsa

Apa pendapat anda melihat seorang kakek memaku kepalanya sendiri karena jengkel pada istrinya? Yang luar biasa, ternyata paku yang menancap sedalam 20 cm di tengkorak kepalanya, tidak membuatnya mati! Yang tak kalah luar biasa, seorang bocah tertusuk tombak sepanjang 2 meter. Tombak itu menembus dari kanan ke kiri. Bocah tiga tahun ini pun tidak tewas, malah dia tetap sadar. Berikut ini adalah catatan medis menarik dalam tiga dasawarsa terakhir.

KAKEK YANG MEMAKU KEPALANYA SENDIRI



Gambar di atas (kiri) adalah kakek Lin, 66 tahun, asal Yuyi, Provinsi Fujian, Cina Selatan, yang memaku kepalanya sendiri sedalam 20 cm karena jengkel pada istrinya yang memaki-makinya karena ia bermain judi (lagi). Gambar (kanan) adalah bocah India, Meehul Kumar, 3 tahun. Malangnya bocah ini, yang tengah bermain di rumahnya, terjatuh menimpa tombak besi berukuran sekitar 2 meter. Tombak itu langsung menembus perut. Lihat gambar mengerikan ini, Kumar jadi seperti ’sate yang siap di panggang’, karena tombak menembus dari kanan ke kiri. Oh God!!


‘MISTERI’ REMOTE CONTROL TV DI DALAM PERUT



Foto kanan adalah kasus paling menakjubkan. Awalnya dokter sungguh tak mengerti apa yang dialami oleh mahasiswa mabuk ini. Namanya, Huang Chen,19 tahun. Sampai akhirnya, ia terjungkir dari tempat tidur, dan tiba-tiba saluran televisi pun berganti. Dokter kaget, dan segera memerintahkan melakukan X-Tray. Ternyata di dalam perut Huang Chen ada remote control televisi. Sungguh mencengangkan, bagaimana ceritanya Huang Chen bisa menelan remote control yang cukup besar itu??


Foto kiri adalah kasus berbeda. Berdasarkan foto X-Tray terdapat banyak sekali paku yang tertancap di tengkorak Chen (Anthony Liu). Pemuda 27 tahun ini ditemukan telah membusuk do George River, Sydney, pada November lalu. Polisi yakin kalau Chen dibunuh dengan menembaknya berkali-kali dengan peluru paku dari jarak dekat. Itu sebabnya, paku-paku itu menancap sangat dalam di tengkoraknya.


PENCANGKOKAN TANGAN TERBAIK


Ini adalah kasus transplantasi (pencangkokan) di mana tangan kanan seorang pria dipindahkan ke sebelah kiri karena syaraf-syaraf tangan kanan sudah rusak parah akibat kecelakaan kereta api bawah tanah. Sementara tangan kiri putus namun syaraf masih berfungsi. Karenanya, dokter memutuskan mencangkokkan tangan kanan ke lengan kiri, agar pria itu bisa memiliki salah satu tangan.



Dokter juga memindahkan ibu jari ke tempat jari telunjuk. Meski kelihatan aneh, karena jempol berada di posisi jari telunjuk, namun yang penting jari itu bisa berfungsi. Secara keseluruhan operasi lancar, dokter melakukannya secara efektif dan efisien, dengan mengoptimalkan semaksimal mungkin bagian-bagian tubuh yang masih berfungsi. Semua operasi itu berlangsung selama delapan jam di rumah sakit 12 de Octubre, Madrid, Spanyol. Berdasarkan catatan medis, ini adalah peristiwa pencangkokan tangan kelima terbaik di dunia.


DOUBLE TRANSPLANTATION



Foto di atas, Jeff Kepner, tampak sedang melambungkan bola karet kecil berpindah-pindah dari tangan kanan ke kiri. Ini merupakan sesi terapi yang dilakukannya setiap hari di Pittsburgh. Jeff Kepner adalah pasien yang mendapat transplantasi ganda, dia kehilangan kedua tangan dan kakinya karena infeksi bakteri 10 tahun lalu. Sayangnya tidak diceritakan latar belakang bakteri itu masuk dan mendekam di tangan dan kaki.


PENCANGKOKAN WAJAH PERTAMA


Connie Culp dengan wajah barunya. Wanita ini menjalani transplantasi wajah karena wajah aslinya rusak berat akibat tembakan. Kisahnya sangat mengerikan. Lima tahun lalu Connie Culp terkena tembakan tepat pada tengah wajahnya. Masih untung jiwanya berhasil diselamatkan, meski wajahnya rusak berat dan mengerikan. Satu-satunya jalan agar dia bisa hidup normal kembali adalah menjalani pencangkokan wajah.



Selama menunggu donor, ia pun mengikuti serangkaian pengobatan juga terapi di Klinik Cleveland, AS, tempay di mana ia kemudian menjalani transplantasi wajah. Lima bulan lalu, ia menerima donor dari seorang wanita yang telah meninggal. Atas persetujuan semua pihak, wajah wanita inipun dipindahkan ke wajah Connie Culp. Connie Culp adalah orang pertama di Amerika yang menjalani pencangkokan jantung. Hasilnya, seperti yang kita lihat dalam foto ini.


Wajahnya terlihat kaku. Bentuknya persegi, dan kelihatan membengkak. Terlihat aneh. Tapi ini diyakini akan berupah dalam proses penyembuhan. Meski begitu, sekarang ini Connie telah bisa tersenyum, berbicara, dan membaui makanan. Penampilannya kali ini meski masih terlihat aneh, namun jauh lebih baik dibanding wajahnya dulu setelah terkena tembakan nyasar itu. Saat itu wajahnya bolong, dan siapapun khususnya anak-anak akan lari ketakutan melihatnya.


PENCANGKOKAN WAJAH KEDUA



James Maki, 59 tahun, sungguh malang sekali nasibnya. Dalam kecelakaan kereta api bawah tanah lima tahun lalu, wajahnya hancur, tapi nyawanya berhasil diselamatkan. Ia pun terpaksa menungggu waktu lama untuk dapat menjalani transplantasi wajah. James adalah orang kedua di Amerika yang menjalani pencangkokan wajah. Operasi tersebut dilakukan di Boston, berlangsung selama 17 jam. Hasilnya seperti anda lihat dalam potret di atas. Foto sebelah kiri adalah wajah asli James setelah kecelakaan, dan foto kanan, setelah menjalani pencangkokan.




PHRA KHRU SAMATHAKITTIKHUN


Ini adalah mumi pendeta Buddha yang berada di dalam kotak kaca di kuil Wat Kunaram, Pulau Koh Samui, Thailand. Pendeta Buddha ini bernama Phra Khru Samathakittikhun. Ia telah lama meninggal (1973) namun tubuhnya tidak membusuk. Oleh keluarga dan pengikutnya, jenazah pendeta tersebut, disimpan di dalam kotak kaca dalam posisi meditasi. Kini kuil dan mumi pendeta Phra Khru Samathakittikhun, menjadi obyek wisata yang menarik.



source:worldmysteries9.blogspot.com

NGERI! Dengan Pisau Tembus dari Kiri ke Kanan Kepalanya, Remaja Korban Penusukan Berjalan ke Rumah Sakit

Satu lagi kasus menakjubkan terjadi. Seorang remaja 16 tahun kepalanya ditusuk pisau sedalam 25 cm, tembus dari pelipis kiri ke kanan, namun ia tetap bertahan hidup. Bahkan dengan pisau yang masih tertancap dalam di kepalanya, ia masih sanggup berjalan kaki menuju rumah sakit untuk meminta pertolongan.

Hasil X-ray Xiao Wei/foto dailymail

Hasil X-ray Xiao Wei/foto dailymail


Kasus menggegerkan ini menimpa Xiao Wei, 16 tahun di kota Mishazi, Provinsi Jilin, Cina. Perkara ini bermula dari permainan video game di sebuah café internet bersama teman-temannya. Xiao Wei yang memainkan game Counter-Strike, selalu menang. Wei dan Huang, temannya, berhasil mengalahkan ‘musuh-musuh’ di dunia maya.


Rupanya hal ini tidak menyenangkan bagi kelompok lain yang juga berada di internet café itu. Mereka mendatangi Xiao Wei dan Huang, menuduh keduanya curang dalam bermain. Kelompok ini curiga, Wei dan temannya menggunakan software tertentu sehingga bisa selalu memenangkan permainan.


Wei dan Huang tidak terima dengan tuduhan itu, hingga pecahlah pertengkaran yang berbuntut perkelahian berdarah. Kedua remaja ini kemudian dilempar ke luar cafe lalu dikeroyok hingga babak belur, Belum cukup dengan itu, kelompok penyerang mengeluarkan pisau dan menusuk ke duanya. Huang berhasil menangkis, namun tak urung lengannya kena babat pisau.


Tapi luka terparah diderita Wei, karena si penyerang berhasil menyarangkan pisaunya ke kepala Wei. Pisau menembus dari pelipis kiri hingga menyembul ke kanan. Yang lebih luar biasa, Wei yang wajahnya bersimbah darah masih sadar bahkan bisa berbicara.


Huang yang sebenarnya juga sudah kepayahan, bergerak cepat. Ia bersama teman lainnya, segera membantu Wei berdiri dan mereka pun berjalan menuju rumah sakit milik Universitas Jilin.


Kondisi Wei  setelah operasi mengeluarkan pisau  dari kepalanya selesai/dailymail

Kondisi Wei setelah operasi mengeluarkan pisau dari kepalanya selesai/dailymail


Dalam laporan diungkapkan, kalau pisau tajam selebar 14 cm itu, menembus pelipis Wei sedalam 25 cm (10 inc) dan keluar di pelipis kanan. Tikaman itu dilakukan dengan sangat kuat sehingga semua pisau itu masuk ke kepala Wei dan hanya menyisakan gagang pisau. Begitu dalamnya, sampai pisau itu menembus ke pelipis kanan dan menyembul 1 cm di luar. Orang yang melihat hanya bisa bergidik ngeri, dan berpikir tidak ada harapan lagi (hidup) bagi Wei.


Tapi Tuhan Maha Besar!! Xiao Wei sungguh beruntung. Sekalipun pisau itu ditancapkan sangat dalam, namun tidak menyentuh arteri ataupun organ vital lain di kepalanya. Itulah yang menyelamatkannya dari maut.

Profesor Yan Shijun yang melihat kondisi Wei pun sangat terkejut. Wajahnya cemas. Namun sejurus kemudian, dokter ahli bedah saraf itu melihat ada secercah harapan, karena dilihatnya Wei masih sadar meski sudah kehilangan banyak darah. “Wajahnya penuh darah tapi dia masih sadar,” ungkap Prof Yan Shijun yang juga Wakil direktur bedan saraf rumah sakit tersebut.


Segera dokter mempersiapkan operasi pengangkatan pisau itu. Hal ini harus segera dilakukan untuk menyelamatkan nyawa Wei. Kepala Wei kemudian dicukur gundul, lalu ditandai, karena akan dibedah.

Huang, 18 tahun, teman Wei menjelaskan, “”Kami sedang asyik main game, tiba-tiba sekelompok orang mendatangi kami dan menuduh kami telah bermain curang dengan menginstall software tertentu untuk memenangkan permainan. Kami bertengkar,” kata Huang.


Huang dan Wei ditarik keluar, di sana keduanya dikeroyok sampai terjengkang. Para penyerang mengeluarkan pisau dan menusuk Huang. Huang sempat menangkis, tusukan meleset ke lengan kiri. “Lengan kiri saya tertusuk. Lalu mereka pergi. Saya lihat Wei sudah tergeletak di tanah, berlumuran darah. Tapi yang mengerikan kepalanya tertancap pisau sangat dalam,” jelas Huang. Beruntung, kata Huang, Wei masih sadar.


Dr Yan mengatakan, selama 23 tahun kariernya sebagai dokter, baru sekali ini ia melihat seorang pasien bisa yang terluka parah dengan pisau seluruhnya menancap di kepala, bisa tetap sadar bahkan bisa berjalan ke rumah sakit, Bagi Dr Yan ini kasus istimewa baginya. Dari hasil X-ray dan CAT scan, pisau itu tidak menyentuh arteri vital ataupun saraf.


Namun demikian, kata dokter itu, kemungkinan bisa saja terjadi komplikasi pasca operasi seperti terjadinya infeksi, kerusakan otak , epilepsy, atau tetanus. Bisa jadi hal ini karena sekalipun pisau tidak menyentuh arteri vital dan syaraf, tapi telah terjadi kerusakan cukup parah pada otak.


Untuk mengeluarkan pisau itu, dokter membutuhkan waktu operasi selama 2 jam. Menurut ayah Wei, anaknya berhenti sekolah saat ia duduk di kelas 8. “Dia kemudian bekerja paruh waktu dan menghabiskan sebagian besar waktu luangnya di internet café,” jelas ayahnya.


Dokter Yan mengatakan, Xiao Wei telah sadar dan kondisinya sudah stabil. Kabarnya, polisi sudah mendapatkan rekaman CCTV di café tersebut dan kini tengah memburu para pelaku.***diana


source:http://www.dailymail.co.uk/news/worldnews/article-1260043/Chinese-video-gamer-survives-stabbed-head-cheating-accusation.html

 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...